Komunikasi Industri Pariwisata

Komunikasi Industri Pariwisata meliputi ranah tujuan yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam melakukan aktivitas Berkomunikasi pada Industri Pariwisata dimulai dari Menerapkan Teknik Komunikasi di Tempat Kerja, Melakukan Komunikasi di tempat kerja, Menganalisis Pemberian Bantuan Kepada Pelanggan di dalam dan di luar perusahaan, Memberikan Pelayanan Pada Pelanggan di dalam dan di luar perusahaan, Menerapkan Pemeliharaan Standar Kinerja Pribadi, Melakukan Pemeliharaan Standar Kinerja Pribadi, Menerapkan Cara Bekerja dalam Tim, Melakukan Kerja dalam Tim, Menerapkan Teknik Komunikasi dengan pelanggan dan Kolega dari berbagai Latar Belakang, Melakukan Komunikasi dengan Pelanggan dan Kolega dari berbagai Latar Belakang, Menganalisis Kesalah pahaman Antar Budaya, Mengidentifikasi Situasi Konflik, Menganalisis Keluhan pelanggan, Menerapkan Teknik Komunikasi Melalui Telepon.

Kemampuan dalam Berkomunikasi di dalam Industri Pariwisata akan membawa pengaruh baik terhadap kemajuan sebuah hotel, diantaranya calon pelanggan akan merasa puas yang ditunjukkan pelanggan dengan kembali lagi melakukan pemesanan secara terus menerus.

Berkomunikasi di dalam Industri Pariwisata merupakan suatu Kompetensi yang harus ditekuni dan dipelajari agar karyawan mengetahui bagaimana cara menerapkan teknik komunikasi di tempat kerja, melakukan komunikasi di tempat kerja, menganalisis pemberian bantuan kepada pelanggan di dalam dan di luar perusahaan, memberikan pelayanan pada pelanggan di dalam dan di luar perusahaan, menerapkan pemeliharaan standar kinerja pribadi, melakukan pemeliharaan standar kinerja pribadi, menerapkan cara bekerja dalam tim, melakukan kerja dalam tim, menerapkan teknik komunikasi dengan pelanggan dan kolega dari berbagai latar belakang, melakukan komunikasi dengan pelanggan dan kolega dari berbagai latar belakang, menganalisis kesalah pahaman antar budaya, mengidentifikasi situasi konflik, menganalisis keluhan pelanggan, menerapkan teknik komunikasi melalui telepon.

Seorang pelayan yang profesional harus mampu memotivasi, meyakinkan dan mendorong juga menghibur calon pelanggan. Maka dengan mempelajari modul ini seorang pelayan akan kompeten dalam memberikan layanan atau keberatan yang muncul dari calon pelanggan dengan sikap simpati dan empati dan memberikan solusinya, agar calon
pelanggan dapat masuk kearah kesepakatan.

Beragam budaya, sifat, karakter dan keinginan calon pelanggan yang datang ke perusahaan menuntut karyawan untuk mampu dalam menghadapi perbedaan-perbedaan tersebut. Hal itu tentu saja dilakukan dengan membiasakan kesabaran dan tetap menghargai pelanggan.

Materi lengkapnya dapat di unduh >>